UP SKILLING GENERASI MASA KINI : BE MIGHTY OR
LOSE OPPORTUNITY
Rikzy Ahmad Fahrezi
Generasi masa kini menjadi entitas yang dihadapkan langsung
dengan banyak akselerasi kehidupan. Peradaban semakin kompleks membawa tuntutan
sekaligus stimulus iktikad. Manifestasi peran harus diadakan secara gamblang
bukan sekedar gambling. Generasi muda masa kini perlu hadir bukan hanya
sebagai jawaban tapi juga sebagai pembawa rumus berkelanjutan.
Tuntutan zaman membawa pusaran gelanggang kebutuhan semakin
canggih dan menuntut kecermatan. Tidak hanya menantang kesanggupan jiwa raga
namun juga peningkatan peforma. Dengan itu, generasi muda perlu untuk selalu
meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar tidak tereliminasi oleh medan
perang.
Pembahasan tentang keterampilan generasi untuk masa depan telah
menjadi salah satu diskursus utama yang menghiasi headline. Globalisasi,
teknologi baru, dan perubahan lanskap pasar kerja menjadi main dish saat
ini yang turut mengubah cara pandang ekonomi, politik, sistem sosial budaya,
sistem produksi, dan lembaga pendidikan.
Generasi muda masa kini menjadi kelompok yang akan paling
tekena dampak dari gencar dan kerasnya transformasi zaman. Generasi masa kini
perlu sadar bahwa mereka memegang peranan utama dalam pembangunan berkelanjutan
dan sumber daya manusia. Meskipun pertumbuhan ekonomi dalam kondisi stabil, generasi
masa kini masih perlu untuk terus menghadapi kekurangan yang siginifikan untuk
pemenuhan hak hidup. Sehingga mereka perlu untuk selalu menyadari potensi,
progresi, dan alokasi diri dalam investasi. Baik investasi pendidikan,
keterampilan dan partisipasi masyarakat.
UNICEF merekomendasikan tiga keterampilan teratas untuk dikuasai generasi pada era saat ini, diantaranya :
- Creativity (Keterampilan Kreatifitas)
Menurut Munandar, keterampilan
kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa
gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dari apa yang telah ada
sebelumnya dan memiliki nilai guna.
Kreatifitas juga dikaitkan dengan
penemuan ide-ide baru yang orisinil dan efektif digunakan bagi beragam sektor
fungsional. Kreatifitas juga menyangkut kemampuan menyajikan alternatif gagasan
atau jawaban akan sebuah tantangan.
Generasi masa kini perlu meningkatkan
daya kreasi guna menciptakan peforma yang konsisten bahkan meningkat. Pada era
industri dan teknologi, kreatifitas menjadi nilai jual tersendiri yang menopang
kelayakan individu dalam suatu pasar kerja.
Turunan dari keterampilan kreatifitas diantaranya seperti kemampuan menciptakan inovasi, kemampuan mengelola sudut pandang atau persepsi yang kemudian menjadi fondasi kemajuan, kemampuan mengembangkan sebuah ide yang kemudian menjadi produk nyata, dan kemampuan meng-upgrade sistem lama menjadi sistem baru yang lebih efektif.
- Digital Skills (Keterampilan Digital)
Keterampilan digital adalah salah satu keterampilan Abad 21 yang paling esensial dan urgent. Keterampilan digital erat kaitannya dengan kecakapan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan produktivitas dan efektivitas kebutuhan di masa kini.
Keterampilan digital dapat
diidentifikasi dari kecakapan Information dan Communication. Information
ditunjukkan dengan kemampuan literasi data (kemampuan mencari, memilih,
memilah, mengevaluasi, mengelola informasi yang cocok untuk dikonsumsi dan
diterapkan). Communication, yaitu keterampilan untuk berinteraksi,
terlibat, berbagi, dan kerja sama melalui teknologi digital.
Tidak hanya menerima informasi atau
komunikasi, keterampilan digital perlu ditunjukkan generasi masa kini sebagai pencipta
dan pengolah informasi dan proses komunikasi yang baik.
Kemampuan yang juga mendukung keterampilan digital antara lain kemampuan literasi, kreatifitas digital, dan kemampuan mengoperasi perangkat digital. Kemampuan literasi yaitu kemampuan mencari, memahami, dan mengevaluasi informasi di internet secara bijak. Kreatifitas digital yaitu mampu menciptakan kreasi positif di dunia digital seperti konten kreator, desain grafis, coding. Kemampuan mengoperasi perangkat digital baik maya maupun nyata, perlu dikuasai sebagai salah satu bentuk pemecahan masalah pada dunia masa kini, megingat banyak operasi rutinitas bersangkutan erat dengan perangkat digital maupun dunia maya.
- Critical Thinking (Keterampilan Berpikir Kritis)
Keterampilan berpikir kritis adalah skill
seseorang untuk menganalisis informasi secara logis, objektif, dan mendalam
sebelum mengambil keputusan atau menyimpulkan sesuatu.
Kemampuan berpikir kitis adalah kemampuan
menyelesaikan masalah atau mengolah data untuk sebuah hasil yang diproduksi
melalui berpikir kreatif. Dengan berpikir kritis maka generasi masa kini akan
dapat memecahkan masalah yang dihadapinya berdasarkan fakta-fakta, bukti-bukti
dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber untuk memperoleh kesimpulan
dengan menganalisis dan mengintegrasikan seluruh informasi.
Berpikir kritis merupakan keterampilan
hidup instrumental dan jangka panjang yang mendorong prestasi akademik. Dengan berpikir
kritis generasi belajar untuk menilai situasi dan asumsi, mengajukan pertanyaan
dan mengembangkan berbagai cara berpikir. Tidak berpikir instan di setiap
situsasi dengan mengedepankan pemikiran jeli dan mendalam terhadap keterlibatan
berbagai perspektif maupun sumber data yang ada serta menciptakan keputusan
terbaik berdasarkan analisa kritis atau berpikir mendalam tersebut.
Disamping tiga keterampilan teratas tersebut, terdapat
beberapa keterampilan lain yang juga menjadi diskursus utama UNICEF dan sangat
penting untuk dimiliki oleh generasi, yaitu :
§ Cooperation Skills (Keterampilan Kerjasama)
Keterampilan kerjasama adalah
kemampuan menjalin komunikadi dan interaksi bersama orang lain untuk mencapai
sebuah tujuan. Kemampuan kerjasama ditunjukkan dengan kemampuan mengelola,
memanajemen, meningkatkan peran, dan mengevaluasi beberapa orang yang terlibat
di dalam ekosistem kerjasama tersebut. Keteranpilan kerjasama pantang mennunjukkan
indikasi sepihak atau mendiskreditkan perang individu lain. Keterampilan kerjasama
mengutamakan kepentingan kelompok atau umum diatas kepentingan pribadi.
§ Adaptation Skills (Keterampilan Adaptasi)
Keterampilan adaptasi adalah
kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri secara cepat dan tepat terhadap
perubahan situasi, lingkungan, tuntutan, maupun tantangan baru, baik dalam
kehidupan pribadi, pendidikan, maupun dunia kerja.
Kemampuan ini sangat penting untuk
dikuasai generasi masa kini mengingat kompleksnya situasi masa kini ditambah
tuntutan besar dihadapkan pada mereka. Generasi harus bisa survive di
tengah zaman yang serba cepat. Mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di
tengah arus globalisasi. Hal ini berguna bagi perkembangan produktivitas diri,
eksistensi diri, dan kesehatan mental yang terjaga.
§ Problem Solving Skills (Keterampilan Memecahkan Masalah)
Keterampilan memecahkan masalah
adalah kemampuan untuk realize atau peka terhadap suatu permasalahan, mengidentifikasi
masalah, menganalisis penyebabnya, mencari berbagai alternatif solusi, menimbang
banyak perspektif sebagai dasar keputusan dan menentukan tindakan terbaik
secara efektif, tepat, dan berkelanjutan.
§ Decision Making Skliss (Keterampilan Membuat Keputusan)
Decision making juga merupakan bagian
dari keterampilan berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah (problem
solving). Ketika identifikasi telah dilakukan secara menyeluruh dan
substantif, analisa telak dilaksanakan secara mendalam, keterlibatan perpektif
lain telah di pertimbangkan, maka keputusan yang bijak dan maslahat perlu di
ucapkan.
Keputusan yang baik adalah keputusan
yang diambil melalui pertimbangan matang, berdasarkan informasi yang jelas,
serta mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, keputusan yang memberi
pemecahan terhadap masalah yang dihadapi dan memberi kebermanfaatan bagi banyak
pihak.
§ Social Skliss (Keterampilan Bersosialisasi)
Keterampilan bersosialisasi adalah
kemampuan untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalin hubungan yang baik
dengan orang lain secara positif dan saling menghargai.
Generasi masa kini sangat perlu
mewujudkan kemampuan sosial yang baik mengingat dewasa ini isu diskriminasi tetap
menjadi masalah utama. Generasi harus menunjukkan sikap empati, toleransi, dan
saling menghargai kepada semua orang. Menjalin hubungan yang baik dengan sesama,
yang nantinya mampu menumbuhkan cikal sistem interaksi positif yang mengarah
pada banyak hal menyangkut peningkatan kesejahteraan.
Pemaparan beberapa keterampilan (Skill) diatas menjadi
sarana bagi generasi masa kini untuk mengembangkan keterampilan dirinya (upgrade
skill / up-skilling). Generasi masa kini bukanlah individu yang selayaknya
diam, pasif, dan menunggu. Namun menjadi individu yang memulai, menginisiasi,
memotivasi, dan meningkatkan kapasitas diri guna menjawab harapan yang tersemat
eratkan pada mereka.
Pada era globalisasi dan revolusi digital, perubahan terjadi
dengan sangat cepat. Teknologi berkembang, persaingan semakin ketat, dan
peluang terbuka luas bagi mereka yang siap. Karena itu, generasi masa kini
harus melakukan up skilling (peningkatan keterampilan) agar tidak
tertinggal. Mengapa peningkatan skill secara continue itu sangat perlu
bagi generasi?
Karena persaingan global, dunia kerja tidak lagi
terbatas pada satu daerah atau negara, disini kompetensi menjadi kunci utama. Perkembangan
teknologi, otomatisasi dan digitalisasi menuntut kemampuan baru, terutama
keterampilan digital. Tuntutan dunia kerja, perusahaan atau pasar kerja
mencari individu yang adaptif, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Opportunity
will always appearing (peluang yang terus muncul), banyak peluang hadir
di berbagai bidang khususnya digital marketing atau digital native,
asal kita mau terus meningkatkan keterampilan dan realize terhadap kebutuhan
peradaban
Untuk itu pilihannya jelas : Be Mighty (menjadi kuat
dan kompeten) atau Lose Opportunity (kehilangan kesempatan).
REFERENSI :
UNICEF. 2017. Skill For The Future
















0 Comments